Tontonan Bukan Tuntunan Juga Bukan

Saya buru-buru pindah chanel ke TV lainnya ketika menyaksikan sebuah acara adu mulut dan adu urat leher disebuah stasiun TV. Setiap seorang peserta angkat bicara dengan otot leher keluar selalu disahut oleh peserta lainnya dengan otot leher yang tak kalah besar karena terlalu semangat.Tampak pembawa acara tersenyum, mau angkat bicara tapi tak ada slot, lalu tengok kanan- kiri, akhirnya diselamatkan oleh iklan.

Itulah gambaran tentang acara debat atau apapun judulnya yang disiarkan secara live di stasiun TV. Ada debat yang sarat ilmu, pesertanya berbobot, pembicaraanpun santun dan lembut sehingga menyenangkan pemirsa TV. Namun ada pula debat yang wow….hanya sedikit manfaat yang bisa kita ambil atau bahkan tidak ada, selebihnya adalah pertunjukan adu mulut, bahkan disertai pengeluarkan kalimat atau kata-kata yang agak kurang enak didengarkan.

Sebagai orang awam dan senang menonton TV saya hanya berharap mbok kalau dialog, debat atau ngomong-ngomong itu yang enak sehingga bisa menjadi tontonan dan tuntunan. Jika akan adu mulut, saling caci-maki, sindir-menyindir atau pamer urat leher sebaiknya jangan di siaran langsung (live) karena debat yang model seperti itu bukan tontonan yang menarik  dan juga bukan tuntunan yang bisa diteladani oleh pemirsa TV.

Iklan

Penulis: Pakde Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi. Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway. Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

25 thoughts on “Tontonan Bukan Tuntunan Juga Bukan”

  1. Betul Pak de,kalau ngeliat tayangan itu sepertinya orang Indonesia
    sukanya padu aja. Bukan tayangan mendidik, apalagi untuk anak-anak kita. Gitu kok
    mereka gak boleh tawuran, lha orang tuanya aja di TV sampai mukul pakai buku
    segala. Demokrasinya kebablasan. Jadinya saya mengalihkan TV ke chanel yang memutar
    Film Korea, yang menceritakan perjuangan seorang Ratu yang mempersatukan bangsa.
    Ceritanya berbobot, percintaannya sopan dan menyentuh, pertentangan juga gak pake
    adu mulut., langsung di bunuh……lho ?

  2. Yang ngeri lagi itu acara yang adu mulut antar 2 keluarga PakDe…
    Pemandunya kalau nggak salah Helmy Yahya.
    Tokohnya pakai topeng.
    Kadang terlontar kata kasar.

  3. Salam Takzim
    Terkadang saya juga sebel pakde, ditambah iklan yang tidak mendidik seperti jam dipukul kenapa ga kepalanya aja yang dipukul karena ga bisa beli pulsa
    jangan jam di buat rusak ga mendidik
    Salam Takzim Batavusqu

  4. ada satu stasiun tipi yang belakangan sering banget nyiarin acara debat dan seorang perempuan yang jadi pemicu debat semakin seru jiaaah senang aja ya mereka debat gitu?

  5. wuih, males banget rasanya nonton yg kayak gitu.
    mending juga nonton film doraemon, bisa ketawa seger2an.
    yang ditakutkan, lama kelamaan kr terbiasa, sudah gak peduli lagi sopan santun………
    Salam.

  6. untung aku udah jarang nonton TV pakde…emang siaran tv sekarang itu bikin miris 😦
    gimana anak2 mau nonton kalau siarannya begitu!

    saya lebih seneng nonton Ketoprak atau Ludruk nduk. Lho kok nggak ikut Jambore di Bhirawa ?? Ikut donk..say

Komentar ditutup.