Beranda > Opini > Tontonan Bukan Tuntunan Juga Bukan

Tontonan Bukan Tuntunan Juga Bukan

9 Februari 2010

Saya buru-buru pindah chanel ke TV lainnya ketika menyaksikan sebuah acara adu mulut dan adu urat leher disebuah stasiun TV. Setiap seorang peserta angkat bicara dengan otot leher keluar selalu disahut oleh peserta lainnya dengan otot leher yang tak kalah besar karena terlalu semangat.Tampak pembawa acara tersenyum, mau angkat bicara tapi tak ada slot, lalu tengok kanan- kiri, akhirnya diselamatkan oleh iklan.

Itulah gambaran tentang acara debat atau apapun judulnya yang disiarkan secara live di stasiun TV. Ada debat yang sarat ilmu, pesertanya berbobot, pembicaraanpun santun dan lembut sehingga menyenangkan pemirsa TV. Namun ada pula debat yang wow….hanya sedikit manfaat yang bisa kita ambil atau bahkan tidak ada, selebihnya adalah pertunjukan adu mulut, bahkan disertai pengeluarkan kalimat atau kata-kata yang agak kurang enak didengarkan.

Sebagai orang awam dan senang menonton TV saya hanya berharap mbok kalau dialog, debat atau ngomong-ngomong itu yang enak sehingga bisa menjadi tontonan dan tuntunan. Jika akan adu mulut, saling caci-maki, sindir-menyindir atau pamer urat leher sebaiknya jangan di siaran langsung (live) karena debat yang model seperti itu bukan tontonan yang menarik dan juga bukan tuntunan yang bisa diteladani oleh pemirsa TV.

Kategori:Opini Tag:, ,
  1. Nyempluk
    9 Februari 2010 pukul 09:03

    Betul Pak de,kalau ngeliat tayangan itu sepertinya orang Indonesia
    sukanya padu aja. Bukan tayangan mendidik, apalagi untuk anak-anak kita. Gitu kok
    mereka gak boleh tawuran, lha orang tuanya aja di TV sampai mukul pakai buku
    segala. Demokrasinya kebablasan. Jadinya saya mengalihkan TV ke chanel yang memutar
    Film Korea, yang menceritakan perjuangan seorang Ratu yang mempersatukan bangsa.
    Ceritanya berbobot, percintaannya sopan dan menyentuh, pertentangan juga gak pake
    adu mulut., langsung di bunuh……lho ?

  2. 9 Februari 2010 pukul 09:06

    iya Dhe, Lama-lama kita kebal dengan kalimat-kalimat kasar, dan hilanglah Bangsa yang Ramah Tamah dengan pribadi mempesona itu.

  3. 9 Februari 2010 pukul 09:24

    Yang ngeri lagi itu acara yang adu mulut antar 2 keluarga PakDe…
    Pemandunya kalau nggak salah Helmy Yahya.
    Tokohnya pakai topeng.
    Kadang terlontar kata kasar.

  4. 9 Februari 2010 pukul 09:47

    kayaknya acara gituan sudah mewabah yah PakDe…
    Aku mending cari Channel film kartun.

  5. 9 Februari 2010 pukul 10:05

    dari TV banyak anak kecil menyerap kata dan tingkah.

    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

  6. 9 Februari 2010 pukul 10:12

    Bener tuh pakdhe, saya sekarang males denger debat yang seperti itu. Mending tidur pakdhe.😀

  7. 9 Februari 2010 pukul 10:22

    Hmm, iya neh semakin lama semakin banyak yang acara aneh aneh kayak gtu. . . .🙂 smoga gak berkepanjangan deh

  8. 9 Februari 2010 pukul 13:51

    Masih enak nonton film yang laen… Salam mbah…

  9. 9 Februari 2010 pukul 18:10

    Salam Takzim
    Terkadang saya juga sebel pakde, ditambah iklan yang tidak mendidik seperti jam dipukul kenapa ga kepalanya aja yang dipukul karena ga bisa beli pulsa
    jangan jam di buat rusak ga mendidik
    Salam Takzim Batavusqu

  10. 9 Februari 2010 pukul 20:37

    mangkanya saya kadanag rada males nonton tipi.
    mendingan nonton pilm di DVD

  11. 9 Februari 2010 pukul 22:32

    ada satu stasiun tipi yang belakangan sering banget nyiarin acara debat dan seorang perempuan yang jadi pemicu debat semakin seru jiaaah senang aja ya mereka debat gitu?

  12. 10 Februari 2010 pukul 10:03

    ya itulah kualitas kebanyakan siaran TV di negara kita pak, yg penting kan iklan lancar🙂

  13. 10 Februari 2010 pukul 10:15

    Makanya saya nggak suka nonton acara debat2an🙂

  14. 10 Februari 2010 pukul 13:27

    seharusnya debat diisi dengan adu kuat argumen bukan adu kuat otot leher,,,

  15. 10 Februari 2010 pukul 21:49

    wuih, males banget rasanya nonton yg kayak gitu.
    mending juga nonton film doraemon, bisa ketawa seger2an.
    yang ditakutkan, lama kelamaan kr terbiasa, sudah gak peduli lagi sopan santun………
    Salam.

  16. 11 Februari 2010 pukul 11:02

    kalau saya mending an nemenin nonton kartun ma anak-anak pakdhe

  17. 11 Februari 2010 pukul 11:04

    kartun lebih yahud, karena bisa mengurangi stress

  18. 12 Februari 2010 pukul 10:16

    damai itu indah pakde

  19. 12 Februari 2010 pukul 10:19

    menonton acara begituan penting pakde, yang enting jangan sering2 nanti umur kita gak panjang…

  20. 12 Februari 2010 pukul 11:23

    sama pakde, aku juga ngga suka nonton film yg adu mulut kek gitu. Mending liat acara bintanag-binatang., lebih menghibur..

  21. 12 Februari 2010 pukul 12:53

    Assalamu’alaikum, saya paling malas lihat acara seperti itu, kalau nggak ada acara bagus di TV, mendingan saya matiin saja TV nya. (Dewi Yana)

  22. 12 Februari 2010 pukul 12:56

    menyedihkan ya pakde,
    tayangan seperti itu harusnya tidak layak

  23. 12 Februari 2010 pukul 13:40

    SETUJU🙂

  24. 13 Februari 2010 pukul 18:12

    Have a nice day, undangan penuh kebahagiaan di hari yang ke-56 Ayah tercinta, salam D3pd😀

  25. Ria
    14 Februari 2010 pukul 10:32

    untung aku udah jarang nonton TV pakde…emang siaran tv sekarang itu bikin miris😦
    gimana anak2 mau nonton kalau siarannya begitu!

    saya lebih seneng nonton Ketoprak atau Ludruk nduk. Lho kok nggak ikut Jambore di Bhirawa ?? Ikut donk..say

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: