Beranda > Kiat > Disangka Panas Sampai Petang

Disangka Panas Sampai Petang

12 Februari 2010

Kita tentu masih ingat sebuah peribahasa yang berbunyi “Disangka panas sampai petang, kiranya hujan tengah hari”. Seseorang menyangka dirinya akan menduduki jabatan empuk terus ternyata tiba-tiba akan masuk bui. Tuhan memang berkuasa memberikan kedudukan dan jabatan kepada orang yang yang dikehendaki-Nya, namun dengan kekuasaan-Nya pula Tuhan mencabut kekuasaan itu dari seseorang yang dikehendaki-Nya.

Tuhan juga memberikan kemuliaan kepada seorang yang dikehendaki namun dengan kekuasaan-Nya pula Tuhan mencabut kemuliaan itu dan melemparkannya ke jurang kehinaan. Oleh karenanya sangat penting bagi seseorang yang akan menduduki jabatan untuk meluruskan niat nya. Segala pangkat, jabatan dan atau kedudukan haruslah digunakan untuk ibadah sehingga akan mendapat barokah, bimbingan dan petunjuk Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Seorang Direktur Bank misalnya, haruslah tahu bahwa jabatan yang diembannya rentan terhadap godaan. Dengan meluruskan niat untuk ibadah maka apa yang dilakukannya Insya Allah akan berada pada jalur yang benar.

Dewasa ini cukup banyak pejabat yang semula disanjung-sanjung oleh bawahannya terpaksa merana karena mendekam dibalik jeruji. Kemuliaan berganti dengan kehinaan karena kekuasaan yang pernah disandangnya ternyata telah dicabut oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

google-site-verification: google1256ae5e9ef3d41c.html

  1. 12 Februari 2010 pukul 15:56

    mampir mengamankan yang pertama PakDe..

  2. 12 Februari 2010 pukul 16:06

    jabatan dan pangkat adalah sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Namun pada kenyataannya banyak pejabat yang menggunakan prinsip Aji Mumpung sehingga …. tiba2 hujan ditengah hari.

    • 12 Februari 2010 pukul 16:07

      jabatan adalah sebuah titipan……
      janganlah titipan itu membuat kita sombong karena itu bukan milik kita. Seperti tukang parkir. Pada saat Pagi hari banyak motor atau mobil yang masuk ke tempat parkirnya, dia bersikap biasa saja, tidak berlebihan dan tidak sombong. Sebab, tukang parkir ini sadar bahwa motor-motor itu hanya titipan, bukan miliknya…..

  3. 12 Februari 2010 pukul 17:01

    Iya dhe kasihan banget, uang yang dikumpulkan ternyata tak dapat ia nikmati.

  4. 12 Februari 2010 pukul 21:49

    hmm semua yang ada di dunia ini hanya titipan semata,, akhiratlah masa yang kekal . . . bener gak ya?🙂

    benar mas, untuk itulah jangan terlalu mendewa-dewakan dunia.

  5. 12 Februari 2010 pukul 22:38

    banyak contoh di negeri ini pakde///

    benar mas

  6. 12 Februari 2010 pukul 22:44

    siapa ya???

    bukan saya mas

  7. 13 Februari 2010 pukul 06:37

    Allah SWT Maha Kuasa…
    Subhanallooh

    Benar adanya mas

  8. 13 Februari 2010 pukul 15:26

    Have a nice weekend, undangan dalam acara ulang tahun Ayah tercinta, salam D3pd…:-d

    selamat ulang tahun ayahanda mas, semoga panjang umur,sehat,sejahtera dan bahagia.Amin

  9. 13 Februari 2010 pukul 17:04

    terima kasi kata2nya pak..

    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

    sama2, thanks kunjungannya

  10. Ria
    14 Februari 2010 pukul 10:29

    dan satu lagi pakde…harus senantiasa bersyukur, pejabat yang tidak atau kurang bersyukur cenderung tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak semestinya hasilnya? mereka masuk bui deh🙂

    pakde…apa kabar?

    Itu dia, mobil sudah 5 masih ingin nambah lagi..rumah, dll, akhirnya diingatkan sama Tuhan.
    kabar baik nduk-terima kasih. Ria juga adem-ayem kan.

  11. 14 Februari 2010 pukul 11:56

    kemuliaan atau kehinaan akan kita dapatkan dari hasil perilaku kita sendiri.
    semoga kita termasuk orang2 yang dimuliakan oleh Allah swt ya PakDhe,amin.
    salam.

    Amin, pokoknya jangan terlalu lupa daratan mbak

  12. 14 Februari 2010 pukul 12:37

    karena semuanya soewoeng alias kososng bos

    bener mas,kalau soeweng hati jadi lewung

  13. 16 Februari 2010 pukul 09:45

    hm… seringnya orang menganggap jabatan itu sebagai suatu hal yang dikejar.. padahal sebenernya kan itu amanah. yang pertanggungjawabannya nggak cuma di dunia, tapi juga di akhirat.

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: