Beranda > Unik-menarik > Jika Manula Takut Gelap dan Terang

Jika Manula Takut Gelap dan Terang

14 Februari 2010

Saya tersenyum menyaksikan acara Mama dan AA di Indonesiar setelah sholat subuh tadi pagi. Seorang Ibu usia 62 tahun mengirim surat kepada Mama Dedeh yang isinya kurang lebih seperti ini, ” Saya berusia 62 tahun dan suami 68 tahun. Sejak pensiun suami selalu mematikan lampu kamar ketika tidur dimalam hari. Sedangkan saya tidak suka kegelapan. Oleh karena itu pada malam hari saya suka pindah kekamar lain. Suami akhirnya mengetahui dan sambil mrengut mencari saya untuk diajak kembali ke kamar yang gelap itu. Yang ingin saya tanyakan, apakah pindah kamar tersebut sama artinya dengan pisah ranjang ?”He he he…beda rasa-beda takutnya, namanya juga orang tua. Saya Alhamdulillah tidak takut gelap dan tidak takut terang, demikian pula isteri saya.

Mama Dedeh mengatakan bahwa pindah kamar itu bukan pisah ranjang seperti umumnya dikenal orang. Jalan keluarnya ya lampu kamar diganti yang tak terlalu terang, mungkin 5 watt. Atau siibu tetap tidur dikamar yang gelap sambil pegang atau badan tangan suami.

Bagaimana pendapat sahabat jika mengalami hal seperti itu ??

  1. 14 Februari 2010 pukul 18:26

    mengamankan yang pertama dulu

    mumpung alamendah sedang sibuk bang

  2. 14 Februari 2010 pukul 18:29

    Koq sama dengan masalah saya PakDe…
    aku nggak bisa tidur kalau terang, sedang isteri saya justru nggak bisa tidur kalau gelap. Sehingga teman menggelari saya Ayam kampung, sedang isteri saya Ayam Australia…. wakakakakakaka..

    anaknya..ayam Eropa atau Afrika Bang

  3. 14 Februari 2010 pukul 19:32

    Saya seperti Bang Iwan…
    Saya suka gelap, istri suka terang…

    Pantes aja anak saya Blorok…😀

    lha..kayak telur puyuh ya mas

  4. hasim
    14 Februari 2010 pukul 20:17

    kalau pilih-pilih aku ga suka kalau lampu padam,
    semuanya jadi runyam,
    nyamuk-nyamuk pada ngeyam,
    yang akhirnya pada bentol-bentol…….. eeemmm

    benar mas,saya senang terang benderang kok..

  5. 14 Februari 2010 pukul 21:32

    sebelum lampu di gelapin, lihatin dulu isteri…benar2 isterinya bukan…baru di matiin atau di samarin, he…

  6. 15 Februari 2010 pukul 10:09

    Hehehhe..kalau saya sih Gus gak masalah dua-duanya. Apalagi kalau dah ngantuk berat.😀

  7. 15 Februari 2010 pukul 11:05

    saya pilih pake lilin dah kalau begitu hehehehe

  8. 15 Februari 2010 pukul 16:52

    kudu bijak deh… daripada bertengkar🙂

  9. 15 Februari 2010 pukul 18:06

    saya juga gitu Pakdhe, suami senangnya gelap, dan saya sukanya gak terlalu terang atau gelap.
    pantesan anak2 satu agak hitam satunya putih, ngaruh gak ya PakDhee?
    ha ha ha
    salam.

  10. 16 Februari 2010 pukul 08:42

    Apa ya pakdhe, saya belum nikah nih, masih perawan,jadi nggak tahu deh. Mungkin jalan keluarnya seperti Poo dan Lala itu pak. “Berpelukan”

  11. 16 Februari 2010 pukul 08:44

    Mariska nggak bisa memberikan jawaban pak. Hanya bisa memberikan komentar ini.

  12. 16 Februari 2010 pukul 09:27

    hahahha…
    persis kayak bpk-ibu saya mas…
    bukan karena pisah ranjang..tapi emang krn yg satu gak suka gelap, yg satu suka gelap..

  13. 16 Februari 2010 pukul 09:30

    jadi pengen nikah Dhe😳

  14. 16 Februari 2010 pukul 11:41

    Maaf pakdhe belum pernah mengalaminya, masih tidur sendirian…

  15. 16 Februari 2010 pukul 17:16

    Pakai lampu yang nggak terlalu terang, yang 5 watt, atau pakai lampu duduk yang ada kap lampunya jadi nggak terlalu silau…

    salam hangat saya, Pakde..

  16. 17 Februari 2010 pukul 07:06

    perlunya komunikasi antar suami dan istri utk memperkecil hal2 yang kurang baik.. walau sudah pemula. harus tetap harmonis dan romantis.

    ya g pak de??

  17. 22 Februari 2010 pukul 10:19

    Saya bisa tidur dalam berbagai kondisi dan situasi. Maklum “tukang tidur”. Istri saya lebih suka dalam keadaan gelap. Tapi sekarang harus ngalah sama anak-anak yang maunya suasana terang. Maklum kami masih tidur “untal-untalan” di satu ranjang.🙂

    saya suka yg terang bang..kalau gelap banyak nyamuk

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: