Beranda > Renungan > Yu Sri dan Yu Ti

Yu Sri dan Yu Ti

26 April 2010

Minggu siang kemarin saya memanggil Yu Sri untuk potong rambutku yang sudah mulai panjang, maklum potongan cepak tetap menjadi model rambut favoritku. Setelah rambut saya klaaar dibabat, dilanjutkan dengan merapikan rambut Ipung, Rudy dan Dita. Untuk empat kepala tersebut Yu Sri hanya mematok ongkos Rp.30.000. Pekerjaan itu dilakukan oleh Yu Sri tak sampai memakan waktu satu jam.

Sementara itu Yu Ti, kakaknya Yu Sih, berjualan tahu dan tempe goreng di pelataran kolam renangku mulai jam08.00 pagi sampai jam 14.oo wib. Konon dari penjualan tempe dan tahu goreng tersebut Yu Ti mendapatkan untung bersih sekitar Rp. 15.000. Yu Ti bekerja bersama suaminya dengan menggunakan kompor minyak tanah.

Tampak benar hasil yang diperoleh oleh Yu Sri dan Yu Ti. Dengan waktu yang lebih pendek dan tak perlu berpanas ria serta tak banyak berkeringat Yu Sri mendapatkan uang lebih banyak daripada Yu Ti.

Bau badannyapun memang lain. Yu Sri lebih banyak berbau minyak klentik dan minyak tanah sementara Yu Sri berbau bedak wangi he he he he.

Demikianlah, ketrampilan, ilmu pengetahuan dan keahlian yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda pula.

Saya tak ingin membandingkan antara Yu Sri dan Yu Ti dengan si Greedy yang hanya bergoyang tubuh dibawah tubuh laki-laki lain yang bukan suaminya bisa mengantongi uang ratusan ribu rupiah. Yang jelas, Yu Ti dan Yu Sri tak mau menjual martabatnya hanya untuk mendapatkan sepotong martabak.

Kategori:Renungan Tag:, , ,
  1. 26 April 2010 pukul 10:52

    Salam Takzim
    kalau pemilik kolam renangnya bisa ngasilin berapa pakde
    Salam Takzim Batavusqu

    yaaa..Alhamdulillah mas, bisa untuk nyicil sepeda motor baru

  2. 26 April 2010 pukul 11:02

    Aku mau martabaknya, enak tenan!

    martabak siapa ??

  3. 26 April 2010 pukul 11:43

    ketrampilan, ilmu pengetahuan dan keahlian yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda pula…..
    Namun biarpun sedikit yang penting berkah dan kita ikhlas dalam melaksanakannya.

    btw, si Greedy sipa sih PakDe?

    Greedy ? wah anak tuh yaaaa..saya nggak catat alamatnya juga sih waktu itu

  4. 26 April 2010 pukul 12:18

    biar sedikit yg penting berkahnya ya Dhe, dan masih bisa bersedekah
    salam

    setuju, sedikit2 lama2 kan untuk mbayar hutang

  5. 26 April 2010 pukul 12:19

    mau nanya yg sama dgn Bang Iwan, siapa sih si Greedy? kenal dimana Dhe?
    salam

    wah jangan donk kan rahasia dapur tuh mbak

  6. 26 April 2010 pukul 12:53

    greedy laki apa perempuan dhe?

    wah nggak tahu ya bu, soalnya saya orang baru disini

  7. 26 April 2010 pukul 19:24

    kalau laki homo donk bun…

    homini lupus

  8. 26 April 2010 pukul 20:29

    Semoga Yu Sri dan Yu Ti nggak baca postingan ini sehingga nggak ada iri diantara mereka…
    Salam buat Yu Sri, Yu Ti dan Yu sak Suroboyo…

    mereka belum punya blog soalnya

  9. 26 April 2010 pukul 21:12

    bukankah martabat dan harga diri tidak diukur dengan uang ya pakde????

    mari bekerja dengan keringat, belajar dan terus belajar untuk mendapatkan skill, mari berkreasi untuk meningkatkan ekonomi keluarga.😀

    benar nduk makanya saya gak pernah mengukurnya

  10. 27 April 2010 pukul 14:51

    he..he.. ulasan singkat yang menarik, ketrampilan dan pengetahuan yang lebih akan menghasilkan sesuatu yang lebih. Tapi kalo yang goyang bokong saja dapet jauh lebih banyak (wuih martabak), he..he..he.. pasti tu karena tambah bonusnya Cak Pakde. Bonusnya penyakit..

    iya mas, langsung hartanya ludes

  11. 27 April 2010 pukul 22:26

    mampir mau baca-baca lagi artikelnya,,,,

    silahkan bang

  12. 27 April 2010 pukul 23:38

    wahh… jerih payah peluh penuh ke ikhlasan itu jauh lebih nikmat ketibang martabak…Semoga sehat selalu

    yup sependapat

  13. 28 April 2010 pukul 17:23

    Salam kenal, dulu pernah berkunjung ke blog saya
    maaf baru berkunjung balik

    terima kasih mas-gak masalah kok

  14. 28 April 2010 pukul 18:42

    Apapun pekerjaan kita, yang penting halal dan Allah ridho ya dhe. jadi lebih berkah dan gak akan menjadikan anak kita menjadi Greedy karena dikasih uang haram.😀

    benar mas, kalau Greedy malah suka menggergaji

  15. 28 April 2010 pukul 21:31

    Setuju pak , mencari yang halal lebih penting. salam hangat dimalam hari

    sependapat mas

  16. Bee'J
    28 April 2010 pukul 22:17

    biar sedikit yang penting halal dan berkah pakde…

    setuju bang

  17. 29 April 2010 pukul 03:18

    hanya bisa bilang : nasib..! nasib…! hehe……beda nasib kita karena ilmu kita begitu ya hehe..

    nasib orang emang berbeda-beda

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: