Beranda > Unik-menarik > Jeglongan Barokah

Jeglongan Barokah

19 Mei 2010

Jeglongan itu lubang yang terdapat pada permukaan tanah, bisa di kebun, halaman rumah atau di jalanan. Jeglongan di jalan raya bisa disebabkan karena aspalnya rontok atau sengaja dijeglongin karena akan ditambal atau di perbaiki aspalnya.

Ketik dalam perjalanan ke Purwokerto saya melihat beberapa ruas jalan yang ada jeglongannya dan tampaknya memang sengaja dibuat karena akan ditambal. Karena waktu itu hari Minggu maka tidak ada pekerja yang sedang bekerja mengerjakan pekerjaan perbaikan jalan ( kok banyak amat ya kata “kerja” nya he he he he)

Uniknya, di jeglongan tersebut ada beberapa anak muda yang bekerja menyalurkan kendaraan yang akan lewat dengan sistim buka tutup secara bergantian. Hal ini disebabkan karena sebagian badan jalan ada jeglongannya.

Tentu ada imbalan untuk mereka walau tak wajib. Beberapa pemuda tadi membawa kaleng bekas cat dan di sodorkan kepada para pengendara atau pengemudi kendaraan bermotor. Tampak ada beberapa orang pengemudi yang menyemplungkan uang ke kaleng tadi. Pembawa kaleng tentu saja ada yang berdiri disisi sini dan ada pula yang standby disisi sana. Dus, ada 4 pemuda yang siaga di jeglongan tersebut.

Inilah jeglongan barokah karena bisa menghasilkan uang lelah.

Ada pula jeglongan atau lubang yang juga menghasilkan uang banyak dalam waktu yang tak terlalu lama. Namun jeglongan yang satu itu tidak akan dibahas dalam artikel ini. Lagi pula itu jeglongan alami dan tidak akan ditambal kok.

Kategori:Unik-menarik Tag:, ,
  1. 19 Mei 2010 pukul 17:00

    jeglongan yang mana pak..?

    doli

  2. 19 Mei 2010 pukul 17:04

    Udah lama saya pengen jenglongan (jenggotan maksudnya)

    saya punya tapi dah tak babat

  3. 19 Mei 2010 pukul 18:38

    ha ha ha dan PakDhe pasti punya!

    ada beberapa mas

  4. 19 Mei 2010 pukul 18:39

    Bisa aja!

    saya kan apa2 bisa mas

  5. 19 Mei 2010 pukul 18:51

    Sama PakDhe, jeglongan kalo di Jakarta bisa mendatangkan banyak uang. Ngurug dikit, minta uangnya seharian…

    pokoknya semua bisa mendatangkan uang-walau terpaksa

  6. 19 Mei 2010 pukul 20:32

    dimana2 banyak modus jeglongan pakde

    iya kan ada petunjuk pelaksanaannya ha ha ha ha

  7. 19 Mei 2010 pukul 23:49

    Wew, jalan dikampung saya juga banyak jeglongan barokah dhe.😀

    dimana-mana ada mas

  8. 20 Mei 2010 pukul 07:46

    Jeglogan bahasa jawa yah PakDe?
    di depan rumah juga kebetulan banyak pekerja yang mengerjakan pekerjaan seperti itu

    iya mas-kalau bahasa Inggris ya hole

  9. 20 Mei 2010 pukul 07:52

    jengklonga di kebun untuk apa yah fungsinya?

    untuk tanam singkong,buang sampah,dll

  10. 20 Mei 2010 pukul 07:53

    disini juga gitu Dhe, jeglongannya bisa bikin anak2 muda ini dpt uang jasa dr pengendara.
    yg gak asiknya, kadang main tutup aja pakai tanah, khan malah tambah ngotorin jalan juga.
    salam

    begitulah kelakuan anak2 mbak

  11. 20 Mei 2010 pukul 19:18

    di deket rumahku, keberkahan itu mereka buat sendiri… artinya.. jalanan udah bagus tp suka sengaja dirusak jd banyak yg memetik keberkahan dari situ😦

    wah itu keterlaluan yank

  12. 20 Mei 2010 pukul 21:05

    Jeglongan yang empuk banyak yang nyari…
    Salam buat jeglongan sak Surabaya…😀

    soale anget mas

  13. 21 Mei 2010 pukul 09:42

    Salam Takzim
    Di daerah saya ada kampung yang namanya jemblongan pakde, karena waktu dulu berada dialiran kali kecil pecahan sungai ciliwung, sampai kini walau sudah diratakan tetap saja namanya kampung jemblongan pakde
    Salam Takzim Batavusqu

    ya nama desa kan nggak bisa dirubah-rubah tho mas

  14. 21 Mei 2010 pukul 16:48

    Pak Dhe… kalau untuk buang sampah namanya jugangan. Yaa…saudaraan lah sama jeglongan hahaha *komen gak nyambung.. nyuwun pangapunten*. Happy weekend Pak Dhe…🙂

    tiap daerah punya istilah
    happy weekend bundit

  15. 22 Mei 2010 pukul 00:09

    salam kenal

    salam kenal juga mas

  16. 20 Agustus 2010 pukul 13:31

    kalau di tempat Saya Jenglongny enak digulai Pakde…

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: