Beranda > Opini > Harpitnas

Harpitnas

28 Mei 2010

Harpitnas adalah suatu sitilah yang bernuansa canda dan merupakan singkatan dari Hari Kejepit Nasional. Maklum kala itu banyak karyawan atau pegawai yang memanfaatkan hari kejepit untuk tidak masuk kantor.

Hari yang dijepitkan biasanya Sabtu dan Senin artinya jika hari Jum’at ada tanggal merah maka hari Sabtu mereka juga tidak masuk kerja. Dan jika hari Selasa ada libur resmi maka hari Senin dijepitkan sebagai alasan untuk mbolos.

Kejadian ini tentu kurang menguntungkan dari segi disiplin dan produktifitas kerja. Akhirnya dibuatlah kebijaksanaan yaitu menggeser hari libur tersebut kehari kejepit. Jika hari libur resmi jatuh pada hari Selasa maka digeser menjadi hari Senin. Dengan demikian maka karyawan atau pegawai bisa libur dari hari Minggu sampai Senin secara sah. Demikian pula jika liburnya jatuh pada hari Jum’at maka liburan tersebut digeser menjadi hari Sabtu. Penggeseran ini tentu tidak dilakukan pada tanggal 17 Agustus.

Dengan adanya kebijakan baru dikalangan beberapa instansi yang memberlakukan hari Sabtu sebagai hari libur  saya tidak tahu apakah menggeser hari kejepit tersebut masih dilakukan. Maklum saya tiap hari tidak ke kantor lagi sehingga tidak mengenal harpitnas.

Kategori:Opini Tag:
  1. 28 Mei 2010 pukul 06:13

    Selamat Pagi Pak Dhe,
    kalo geser-menggeser juga biasa terjadi di kampus Pak Dhe, biasanya dosen yg ngajar waktu harpitnas dilobi untuk pindah hari. jadi bisa mudik lbh lama…😀

    kerjasama yg baik

  2. 28 Mei 2010 pukul 13:07

    Kayaknya di sekolah nih PakDe yang berlaku Harpitnas…
    banyak siswa yang nambah liburannya pada hari sabtu kalau Jumatlagi libur.
    Tapi gurunya nggak bakalan, karena disini langsung kena sanksi.

    guru kan harus jadi panutan bang

    • 28 Mei 2010 pukul 13:09

      Templatenya ganti lagi PakDe…
      sekarang desainnya minimalis.

      iya bang-kalau bosen ama yang lama ganti

  3. 28 Mei 2010 pukul 13:19

    kayaknya masih tuh Dhe, pada libur harpitnas nya
    salam

    soalnya enak mbak

  4. 28 Mei 2010 pukul 17:00

    wah enak ne libur di harpitnas-nya pakde.

    saya libur terus

  5. 28 Mei 2010 pukul 17:11

    di kantor saya pada masa krisis ekonomi dulu, pas harpitnas biasanya diliburkan. utk ngirit biaya operasional😛

    sama2 enak ya mas

  6. 29 Mei 2010 pukul 17:12

    Yang jelas pelayanan masyarakat jadi tertunda!

    iya ada enak-gak enaknya

  7. 29 Mei 2010 pukul 17:17

    Urusan hari ini selesai hari ini yang diterapkan di swasta jadi terganggu gara-gara adanya libur hari sabtu apalagi ditambah hari libur kejepit!

    benar ya mas-ada ruginya

  8. munir ardi WP
    29 Mei 2010 pukul 19:56

    kalau di pinrang habis libur begitu biasa langsung disidak pakdhe jadi ketahuan guru atau pegawai yang suka bolos

    kayaknya daerah lain ada juga yg melakukannya

  9. 30 Mei 2010 pukul 20:23

    dikantor saya… eleh.. anak murid saya, meski jumat libur, sabtu tetap sekalolah pakde, saya jarang libur di harpitnas, dan gak main undur-undur….

    disiplin jangan karena ada aturan

    tapi disiplin dari diri sendiri yang harus di kembangkan pakde

    I like your statement honey

  10. 31 Mei 2010 pukul 14:20

    Ojo sembrono…Jo melu melu ora sembodo…Mengko malah sengsoro. Khusus waktu hari kejepit lho pakdhe,ga usah mbolos kalau seharusnya masuk

    benar mas-saya dah gak mbolos lagi kok

  11. 20 Agustus 2010 pukul 13:39

    kalau saya g’ ada Harpitnasnya Pakde, soalnya saya libur terus setiap hari..( orang pengangguran )

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: