Beranda > Opini > Jangan Menambah Penderitaan

Jangan Menambah Penderitaan

12 Oktober 2010

Konon, jumlah orang miskin di Indonesia cukup banyak. Namun sangat disayangkan masih ada diantara orang miskin tersebut yang dengan sengaja menambah penderitaan mereka.Tentu hal tersebut bukan atas kehendak mereka sendiri, mungkin ada yang hanya ikut-ikutan sahabat atau kelompoknya.

Contoh yang paling nyata adalah terjadinya tawuran antar kampung atau antar kelompok. Akibat tawuran juga bisa kita saksikan di layar televisi. Isteri dan anak-anak yang menangis meraung-raung karena kehilangan sosok suami atau ayah yang menjadi tulang punggung mereka. Meninggal karena tawuran barangkali tak akan membuat keluarganya menjadi bangga, justeru sebaliknya penyesalanlah yang mereka perlihatkan.

Jika para peserta tawuran menderita luka parah, siapa yang akan membantu pengobatan mereka ? Demikian pula jika rumah mereka rusak atau dibakar oleh lawan tawurannya, siapa yang akan memberikan ganti rugi ? Apakah kelompoknya atau warga kampungnya ? Dan jika mereka ditangkap polisi, siapa yang menderita ? Bukan hanya pelakunya tetapi juga keluarganya, bukan.

Kiranya perlu juga disimak ucapan Mario Teguh agar orang miskin bisa memerankan dengan baik sebagai orang miskin. Orang miskin harus santun, tidak sombong, rajin membantu dan giat bekerja.

Tawuran adalah bentuk loyalitas atau solidaritas yang sempit dan membabi buta. Aplikasinya dilapangan cenderung destruktif, merusak dan membunuh atau melukai.

.

Kategori:Opini Tag:, , , ,
  1. foto pinrang
    12 Oktober 2010 pukul 22:42

    demikianlah pakdhe karena kebodohan dan mudah sekali tersulut amarah , padahal jika kita dikendalikan amarah maka kita bisa saja bertindak melebihi batas

    benar bang, kampus saja bisa dirusak, pagar DPR bisa di robohkan…
    padahal itu hanya kepuasan sesaat dan sesat.

  2. 13 Oktober 2010 pukul 00:50

    tawuran atas nama solidaritas tapi kalo ditanya sebab musababnya nggak tau apa2, keliatan banget kalo cuman ikut2an tuch pakdhe >.<

    iya, itu namanya solidaritas sempit dan membabi buta….

  3. 13 Oktober 2010 pukul 22:29

    yups…mereka itu miskin hatinya,dan sempit cara berpikirnya…tp banyak juga kok orang kaya yg suka tawuran -_-‘

    iya, tapi yg paling banyak justeru yng miskin2 je
    kasihan pada merek yg hanya ikut2an, paling dapat benjol di kepala…

  4. 11 November 2010 pukul 09:45

    Didunia ini tidak ada yang kaya, kecuali or2ng2 yang pandai bersyukur pak dhe, contoh
    nya kalau pembagian zakat tuh atau pembagian uang haram itu semuanya berebut.
    semoga orang2 yang merasa miskin itu cepat2 bertobat ingat sama Tuhan Nya Amin.

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: