Jangan Menambah Penderitaan

Konon, jumlah orang miskin di Indonesia cukup banyak. Namun sangat disayangkan masih ada diantara orang miskin tersebut yang dengan sengaja menambah penderitaan mereka.Tentu hal tersebut bukan atas kehendak mereka sendiri, mungkin ada yang hanya ikut-ikutan sahabat atau kelompoknya.

Contoh yang paling nyata adalah terjadinya tawuran antar kampung atau antar kelompok. Akibat tawuran juga bisa kita saksikan di layar televisi. Isteri dan anak-anak yang menangis meraung-raung karena kehilangan sosok suami atau ayah yang menjadi tulang punggung mereka. Meninggal karena tawuran barangkali tak akan membuat keluarganya menjadi bangga, justeru sebaliknya penyesalanlah yang mereka perlihatkan.

Jika para peserta tawuran menderita luka parah, siapa yang akan membantu pengobatan mereka ? Demikian pula jika rumah mereka rusak atau dibakar oleh lawan tawurannya, siapa yang akan memberikan ganti rugi ? Apakah kelompoknya atau warga kampungnya ? Dan jika mereka ditangkap polisi, siapa yang menderita ? Bukan hanya pelakunya tetapi juga keluarganya, bukan.

Kiranya perlu juga disimak ucapan Mario Teguh agar orang miskin bisa memerankan dengan baik sebagai orang miskin. Orang miskin harus santun, tidak sombong, rajin membantu dan giat bekerja.

Tawuran adalah bentuk loyalitas atau solidaritas yang sempit dan membabi buta. Aplikasinya dilapangan cenderung destruktif, merusak dan membunuh atau melukai.

.

Iklan

Penulis: Pakde Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi. Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway. Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

4 thoughts on “Jangan Menambah Penderitaan”

  1. demikianlah pakdhe karena kebodohan dan mudah sekali tersulut amarah , padahal jika kita dikendalikan amarah maka kita bisa saja bertindak melebihi batas

    benar bang, kampus saja bisa dirusak, pagar DPR bisa di robohkan…
    padahal itu hanya kepuasan sesaat dan sesat.

  2. tawuran atas nama solidaritas tapi kalo ditanya sebab musababnya nggak tau apa2, keliatan banget kalo cuman ikut2an tuch pakdhe >.<

    iya, itu namanya solidaritas sempit dan membabi buta….

  3. yups…mereka itu miskin hatinya,dan sempit cara berpikirnya…tp banyak juga kok orang kaya yg suka tawuran -_-‘

    iya, tapi yg paling banyak justeru yng miskin2 je
    kasihan pada merek yg hanya ikut2an, paling dapat benjol di kepala…

  4. Didunia ini tidak ada yang kaya, kecuali or2ng2 yang pandai bersyukur pak dhe, contoh
    nya kalau pembagian zakat tuh atau pembagian uang haram itu semuanya berebut.
    semoga orang2 yang merasa miskin itu cepat2 bertobat ingat sama Tuhan Nya Amin.

Komentar ditutup.