Beranda > Renungan > Nasib Para Pemberani

Nasib Para Pemberani

11 Februari 2012

Nasib para pemberani yang tidak bermoral itu tragis. Disangka panas sampai petang ternyata hujan di tengah hari.

Sudah tahu pemerintah sedang gencar melakukan pemberantasan korupsi mereka masih saja nekat melakukan korupsi. Sekarang semua mata memandang mereka dengan sinis. Uniknya mereka tak sungkan-sungkan membantah bahwa dirinya melakukan korupsi.

Kelak, jika mereka benar-benar terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan dimasukkan kedalam bui maka dalam catatan sejarah hidupnya terdapat kalimat ” Pernah terlibat dalam tindak pidana korupsi “. Itu baru hukuman di dunia, hukuman di akhirat sana juga sudah menunggu.

Lagi-lagi saya diingatkan sebuah kata biasa namun maknanya sangat dalam: ” Lebih baik menjual martabak untuk mendapatkan martabat daripada menjual martabat untuk mendapatkan martabak”

Yang lain semoga tidak unjuk keberanian dengan mengikuti jejak para koruptor itu. Karena nasib para pemberani itu sungguh malang nian.

Kategori:Renungan Tag:, ,
%d blogger menyukai ini: