Beranda > Opini > Antri BBM Jaman Dulu

Antri BBM Jaman Dulu

19 Maret 2012

Antri BBM sudah saya alami ketika saya masih SD, sekitar tahun 1960an. Saya disuruh emak untuk antri membeli minyak tanah di suatu tempat yang sudah ditunjuk oleh Kepala Desa. Selain membawa botol atau umpling ( kaleng persegi berukuran† kecil untuk sekitar 3-5 liter) saya juga membawa kupon ( bahasa kampung saya :† kethak) dan uang seharga jatah minyak tanah.

Antrian memang tak terlalu berjubel, tidak rebutan,† tidak seperti antrian minyak tanah jaman sekarang. Kamipun juga tak ada yang main mata, kucing-kucingan dan tak berusaha main akal-akalan dengan bolak-balik antri. Jumlah minyak tanah yang kami beli juga sesuai jumlah yang tertera di kupon yang kami bawa.

Selain antri minyak tanah saya juga pernah disuruh antri minyak goreng (minyak klentik). Situasinya juga tak jauh berbeda dengan antri minyak tanah. Saya membawa botol satu literan, kupon dan uang untuk membeli minyak goreng tersebut.

Situasi antri BBM jaman dulu dengan jaman sekarang memang berbeda. Jumlah penduduk jaman dulu tak sebanyak penduduk jaman sekarang. Orang jaman dulu juga tak mau membeli minyak dalam jumlah besar, apalagi untuk ditimbun dengan maksud mencari keuntungan. Selain memang tidak mempunyai uang berlebih, orang jaman dulu memang tidak serakah.

Kategori:Opini Tag:, ,
%d blogger menyukai ini: