Beranda > Potret > Pola Makan Yang Saya Anut

Pola Makan Yang Saya Anut

17 September 2013

Jika saya makan maka urutannya sudah baku yaitu nasi dan lauk pauknya, pencuci mulut (kalau ada) dan minum. Jika ada acara jamuan makan atau menghadiri acara resepsi pernikahan urutan pertama bisa berupa sup.
Berbeda dengan orang barat. Mereka menyebut makanan perangsang atau hidangan pembuka dengan appetizer. Jenisnya bisa berupa salad atau sup. Setelah itu main course, atau makanan inti. Mereka mungkin makan nasi juga walau tidak setiap hari, roti, kentang, daging, ayam,ikan, kalkun dan lain sebagainya. Dessert atau makanan pencuci mulut merupakan sajian terakhir. Biasanya berupa makanan yang manis misalnya puding atau cake. Bisa juga berupa es krim, kopi, teh atau buah.

Dilihat dari waktunya maka saya hanya mengenal istilah makan pagi (sarapa),makan siang dan makan malam, Lain halnya dengan orang barat, mereka punya acara breakfast, lunch, dinner dan supper. Bahkan mereka juga istilah brunch (ini sarapan yang agak siangan sedikit) dan late supper

Ketika saya tanyakan mengapa pola makan antara bangsa Indonesia dengan orang barat berbeda. Beliau menjawab:”Ya karena budaya mereka begitu. Tetapi bisa juga karena faktor ekonomi. Mungkin nenek moyang bangsa Indonesia jaman dulu belum bagus ekonominya. Boro-boro untuk menyiapkan appetizer dan dessert, untuk membeli makanan utama saja sudah susah”

Kemudian berkembang lagi tentang urutan makan. Katanya makanan yang lembut didahulukan baru setelah itu makanan keras. Ini katanya untuk menjaga agar perut dan usus tidak kaget. Misalnya kita makan puding dulu baru makan nasi da lauknya. Saya sendiri hingga sekerang masih menganut pola lama.
Bagaimana pola makan Anda ?

Kategori:Potret
  1. 21 September 2013 pukul 07:03

    menurut cerita yang saya dengar, kenapa bangsa israel orangnya pintar2. Meskipun mereka bukan pengikut nabi muhammad, tapi cara mereka makan mengikuti sunnah rasul.

    kurang lebih seperti ini, makanan berat atau yang susah di cerna didahulukan seperti buah dll baru kemudian makanan lunak. Begitu kira2 pakde.

    Malah ada yang lunak dulu je mas

  2. 5 Oktober 2013 pukul 11:53

    Kalau saya sih tidak ada aturan khusus untuk makan, yang penting frekuensi makan teratur & makan secukupnya. Mungkin karena masih terpengaruh faktor ekonomi, hehehe…

    Salam hangat, Pakde.

    Hla itu kan aturan mas

  3. 10 Oktober 2013 pukul 12:06

    kalo saya sudah 6 bulan ini menerapkan food combining dhe…

    Katanya bagus ya mas

  4. 11 Oktober 2013 pukul 09:35

    Indonesia dijajah kurang lebih 350 tahun lamanya, dari lamanya waktu penjajahan itu sepertinya berpengaruh besar terhadap pola makan orang2 dahulu hingga sekarang yang diwariskan ke kita.
    Terus terang kalau aku tidak ada pola makan khusus hanya saja, biasanya tidak akan minun sebelum menghabiskan semua makanan dipiring…

    saya kadang minum di tengah acara makan

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: