Beranda > Penulisan Buku > Anak SMA Menulis Buku

Anak SMA Menulis Buku

2 Januari 2014

Anak SMA menulis buku? Ya, daripada tawuran atau trek-trekan yang bisa membahayakan dirinya.

Kelebihan para pelajar SMA jaman sekarang adalah melek teknologi. Ini karena banyak fasilitas pendukungnya misalnya handphone, internet, dan gadget lainnya. Social media dan blog juga tak aneh lagi bagi mereka. Yang diperlukan hanyalah kemauan belaka. Bukankah para pelajar SMA juga banyak yang mempunyai hobi menulis buku harian atau diary untuk mencurahkan isi hatinya. Mereka tampaknya juga akrab dengan Facebook dan Twitter. Tak sedikit pula di antara mereka yang juga mempunyai blog. Dengan demikian mereka bisa meningkatkan kemampuan menulisnya dengan mencoba menulis buku.

“Jika kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar maka menulislah” Nasihat Imam Gazali ini saya dapatkan dari sahabat saya Irma Devita. Saya membenarkan nasihat bijak tersebut. Oleh karenanya saya mengikutinya.

Menulis memang agak sulit bagi sebagian pelajar tetapi juga bukan hal yang mustahil utuk dikerjakan. Ada seorang pelajar SMA yang sudah bisa menerbitkan buku tutorial ngeblog yang bagus. Tak sedikit pula di antara mereka yang menulis cerpen dan puisi kemudian mengirimkannya ke media. Dengan cara itu mereka memperoleh royalti dari buku yang diterbitkan atau honor dari tulisan mereka yang diterbitkan di koran atau majalah. Jika kebiasaan menulis ini diteruskan maka setamat SMA mereka tak risau lagi untuk mencari pekerjaan.Jika pekerjaan di perusahaan atau instansi tak kunjung didapatkan mereka masih bisa mengandalkan penghasilan dari pekerjaan menulis yang ditekuninya.

“Tawuran itu perilaku jaman dulu yang sudah tak layak diteruskan. Jika solidaritas atau setiakawan yang menjadi alasannya maka itu adalah bentuk solidaritas sempit dan membabi buta,” begitu pikirku.

“Betul itu. Tawuran, trek-trekan, kebut-kebutan,mabuk-mabukan, malak itu primitip dan sudah nggak usum,” sahut Cak Lozz menimpali.

“Anak muda harapan bangsa dan calon pemimpin masa depan kok ugal-ugalan. Nggak pantes blas,” ujar Yuni nambahi.

Anak SMA tugas utamanya adalah belajar, menuntut ilmu. Selanjutnya jangan lupa berbagi ilmu yang telah diperolehnya dengan ngeblog dan menulis buku ya Pakde,” dorong Jeng Indah Nuria Savitri dengan semangat.

.

Dita in purple

.

.

Artikel ini turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger

  1. 2 Januari 2014 pukul 09:08

    Anak SMA harus berkarya juga ya pakde

    Iya Jeng, siapa tahu kelak akan jadi penulis NgeTop ya

  2. 2 Januari 2014 pukul 13:42

    Eyang kakungnya penulis josss. Cucunya pasti akan lebih jossss lagi.🙂

  3. 2 Januari 2014 pukul 15:08

    Anak SMA yang punya kegiatan piositif ya.. pak de..??

  4. 2 Januari 2014 pukul 17:00

    Terima kasih sudah turut mendukung gerakan PKK Warung Blogger

    Sama2 Mas

  5. 2 Januari 2014 pukul 18:47

    saya bukan anak raja ataupun ulama besar… maka saya harus menulis! *ga mau kalah dg anak SMA niih.. hehe… sukses terus ya Pakde…

    Saya juga Jeng, makanya ngebut. Terlambat sih startnya saya

  6. 2 Januari 2014 pukul 18:47

    setuju! Anak SMA harus berprestasi.

  7. 2 Januari 2014 pukul 19:07

    ayo anak SMA. menulislah biar ga primitip

  8. 11 Januari 2014 pukul 11:58

    Sungguh sesuatu yang luarrr biasa pak. Saya saja sudah hampir kepala empat belum juga berhasil menerbitkan buku. Masih berjuang pak…

  9. 31 Januari 2014 pukul 07:06

    “anak muda harapan bangsa”, setuju pak, anak SMA menulis buku, kenapa ga?? biar banyak wawasannya, klo nulis buku kan berarti suka bca juga, ya kan pakDhe🙂

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: